PENDIDIKAN

UIN Raden Fatah Palembang Cetak Prestasi, 4 Tim Peneliti Raih Pendanaan Mora The AIR Fund 2026

UIN Raden Fatah Palembang Cetak Prestasi, 4 Tim Peneliti Raih Pendanaan Mora The AIR Fund 2026

 

PALEMBANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang mencatatkan capaian membanggakan di bidang penelitian dengan berhasil meloloskan empat tim peneliti dalam program pendanaan riset bergengsi, Mora The AIR Fund tahun 2026. Program ini merupakan skema pendanaan riset yang digagas oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kementerian Agama Republik Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan.

Empat tim peneliti UIN Raden Fatah yang berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan tersebut adalah tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. Qodariah Barkah, Prof. Dr. Ahmad Zainuri, Dr. Muhammad Isnaini, serta Amalia Hasanah, Ph.D, beserta anggota tim masing-masing. Setiap tim memperoleh nilai bantuan pendanaan yang bervariasi, mulai dari Rp250 juta hingga yang tertinggi mencapai Rp700 juta, dengan skema pembiayaan multiyears atau bertahun jamak, yang memungkinkan penelitian dilakukan secara berkelanjutan dalam kurun waktu lebih dari satu tahun anggaran.

Kepastian keberhasilan keempat tim tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Puspenma dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Fatah Palembang. Penandatanganan berlangsung pada hari Selasa, 22 September 2026, bertempat di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta.

Pencapaian ini dinilai sangat signifikan jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, UIN Raden Fatah hanya mampu meloloskan satu proposal penelitian yang dibiayai. Lonjakan dari satu proposal menjadi empat tim yang lolos sekaligus pada tahun 2026 menjadi indikator peningkatan kualitas riset dan daya saing dosen-dosen UIN Raden Fatah di tingkat nasional.

Baca Juga  Kisah Batik Gabovira Lampung Tutup Masa Krisis Pandemi: Pertahankan Karyawan, Omzet Malah Melesat

Ketua LP2M UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Yenrizal, M.Si, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian ini. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tersebut merupakan proses yang sangat menggembirakan, mengingat pendanaan riset melalui skema Mora The AIR Fund dikenal sebagai proses seleksi yang sangat selektif dan bergengsi di tingkat nasional. Menurutnya, tidak semua proposal yang diajukan dapat diterima begitu saja, sehingga keberhasilan para dosen yang berhasil lolos ini sepatutnya mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh civitas akademika.

“Ini adalah proses yang menggembirakan karena pendanaan riset melalui Mora The AIR Fund adalah proses yang sangat selektif dan bergengsi. Tidak sembarang proposal diterima, karena itu keberhasilan beberapa dosen ini tentu harus disyukuri sekaligus jadi motivasi bagi dosen lain ditahun berikutnya,” ujar Dr. Yenrizal.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Ruchman Basori, M.Pd, selaku Kepala Puspenma Kemenag RI turut memberikan apresiasi positif terkait pencapaian ini. Ia menyampaikan harapannya agar program Mora The AIR Fund dapat memberikan dampak yang signifikan, baik bagi perguruan tinggi sebagai institusi penyelenggara riset maupun bagi masyarakat luas sebagai penerima manfaat dari hasil-hasil penelitian yang dilakukan.

Dr. Ruchman menekankan bahwa hasil penelitian yang didanai melalui program ini tidak boleh berhenti hanya sebagai kajian akademis semata, melainkan harus mampu memberikan dampak yang luas dan kuat. Ia juga menjelaskan bahwa ketatnya proses seleksi dalam program ini bukan tanpa alasan, melainkan karena pihak penyelenggara benar-benar mencari proposal-proposal penelitian yang berkualitas tinggi dan memiliki nilai kebermanfaatan nyata.

Baca Juga  Belajar Kaderisasi Kepemimpinan Bangsa dari Republik Rakyat China

“Program Mora The AIR Fund diharapkan mampu memberikan dampak signifikan pada semua pihak, baik perguruan tinggi maupun masyarakat. Hasil penelitian harus bisa terlihat nyata dan dirasakan manfaatnya. Karena itu proses seleksi dilakukan sangat ketat dan yang dicari betul-betul proposal berkualitas,” jelas Dr. Ruchman Basori.

Disampaikan juga oleh Kapuspenma bahwa untuk tahun depan, direncanakan program ini akan ditingkatkan lagi, baik dari sisi pendanaan maupun dari sisi jumlah penerima. “Diharapkan semangat teman-teman dosen untuk melakukan penelitian yang betul-betul berdampak bisa muncul. Kita siapkan dana yang cukup memadai, kita tantang para dosen untuk ikut berkompetisi,”tegasnya.

Keberhasilan empat tim peneliti UIN Raden Fatah Palembang dalam program Mora The AIR Fund 2026 ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para dosen dan peneliti lainnya di lingkungan UIN Raden Fatah untuk terus meningkatkan kualitas riset dan aktif berkompetisi dalam berbagai skema pendanaan penelitian. Skema multiyears yang diterapkan dalam pendanaan ini juga memberikan ruang yang lebih luas bagi para peneliti untuk melakukan kajian yang lebih mendalam dan komprehensif, sehingga hasil penelitian yang dihasilkan dapat memberikan kontribusi nyata, baik bagi pengembangan keilmuan maupun bagi kemaslahatan masyarakat secara luas.

Dengan capaian ini, UIN Raden Fatah Palembang semakin menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam negeri yang aktif berkontribusi dalam pengembangan riset dan inovasi di Indonesia. Hal ini sejalan dengan visi Kementerian Agama RI dalam mendorong terciptanya ekosistem penelitian yang unggul dan berdampak di lingkungan perguruan tinggi keagamaan. (YN)

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button