59 Tahun STISIPOL Candradimuka, Warisan Pengabdian yang Terus Terjaga
Dies Natalis ke-59 itu, keluarga besar STISIPOL Candradimuka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada almarhum H. Ismail Djalili, pendiri perguruan tinggi tersebut.

59 Tahun STISIPOL Candradimuka, Warisan Pengabdian yang Terus Terjaga

Erabaru.news, PALEMBANG, 28 Oktober 2026 — Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang memperingati usia ke-59 tahun. Hampir enam dekade perjalanan tersebut menjadi momentum penting untuk mengenang jasa pendiri sekaligus meneguhkan kembali komitmen perguruan tinggi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pendidikan.
Dalam peringatan Dies Natalis ke-59 itu, keluarga besar STISIPOL Candradimuka menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada almarhum H. Ismail Djalili, pendiri perguruan tinggi tersebut.
Perjuangan H. Ismail Djalili dinilai telah memberikan manfaat yang sangat besar bagi masyarakat. Dengan mendirikan lembaga pendidikan tinggi, ia tidak hanya membangun sebuah institusi, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Warisan tersebut kini diteruskan oleh para pengelola dan seluruh keluarga besar STISIPOL Candradimuka. Ketua STISIPOL Candradimuka Palembang, Dra. H. Lishapsari Prihatina, M.Si., terus berupaya mengembangkan perguruan tinggi tersebut agar mampu menjawab tuntutan dunia pendidikan yang semakin berkembang.
Salah satu perhatian utama adalah pemenuhan berbagai persyaratan dan standar pendidikan tinggi, termasuk peningkatan kualitas serta akreditasi. Upaya tersebut telah membawa STISIPOL Candradimuka mencapai akreditasi B.

Capaian tersebut tentu bukan akhir dari perjalanan. Sebaliknya, akreditasi menjadi pijakan untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan mutu, baik dari sisi akademik, sumber daya manusia, tata kelola maupun pelayanan kepada mahasiswa.
Saat ini STISIPOL Candradimuka memiliki empat program studi, yaitu Ilmu Kesejahteraan Sosial, Ilmu Politik, Ilmu Administrasi, dan Ilmu Komunikasi. Keempat program studi tersebut menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan kemampuan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan jumlah mahasiswa yang cukup besar, STISIPOL Candradimuka memiliki tanggung jawab yang semakin besar pula. Para mahasiswa bukan hanya menjadi peserta didik, tetapi merupakan generasi yang kelak diharapkan mampu berkiprah di tengah masyarakat, pemerintahan, dunia usaha maupun berbagai bidang profesi.
Peringatan Dies Natalis ke-59 dihadiri para dosen, Ketua Yayasan H. Yudi Dewanto, serta sejumlah pejabat dan unsur pimpinan perguruan tinggi. Selain kegiatan dies natalis, rangkaian acara juga diisi dengan pengajian dan Yasinan sebagai ungkapan rasa syukur serta doa bagi keberlangsungan perjuangan STISIPOL Candradimuka.
Hadir sebagai penceramah agama, Ustaz Dr. H. Kemas Badaruddin, yang juga merupakan dosen UIN Raden Fatah Palembang.
Dalam tausiyahnya, Dr. H. Badaruddin mengingatkan kembali pentingnya menjaga amanah yang telah diwariskan oleh pendiri. Menurutnya, almarhum H. Ismail Djalili telah membuka jalan bagi generasi penerus untuk melanjutkan pengabdian melalui dunia pendidikan.
Pengabdian di perguruan tinggi, katanya, hendaknya tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dan kepada Allah SWT.
Karena itu, setiap orang yang berada di lingkungan STISIPOL Candradimuka memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan lembaga tersebut. Apa yang dilakukan dengan niat yang baik dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh diharapkan menjadi amal yang memberikan keberkahan.
Ia juga mengingatkan agar seluruh keluarga besar STISIPOL Candradimuka menjaga perguruan tinggi tersebut sebagai lembaga pendidikan yang terus memberikan manfaat.
“Kita harus menjaga perguruan tinggi ini agar pengabdian dan kemanfaatannya terus dirasakan masyarakat, terutama mereka yang menjadi mahasiswa di sini,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mempertahankan keberadaannya, tetapi harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai pengabdian.
Memasuki usia 59 tahun, STISIPOL Candradimuka memiliki sejarah panjang yang sekaligus menjadi tanggung jawab bagi generasi penerus. Jasa pendiri harus terus dikenang, bukan hanya melalui seremoni, tetapi dengan melanjutkan cita-cita dan perjuangan melalui peningkatan kualitas pendidikan.
Dies Natalis ke-59 akhirnya menjadi momentum untuk melihat masa lalu sekaligus menatap masa depan. STISIPOL Candradimuka diharapkan semakin berkembang, semakin dipercaya masyarakat, dan terus melahirkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, Sumatera Selatan, dan bangsa Indonesia.
Editor: Bang Bangun Lubis



