Program Teach4Hope Perkuat Kapasitas Guru di Pulau Boleng, NTT

Program Teach4Hope Perkuat Kapasitas Guru di Pulau Boleng, NTT

Erabaru.newshttp://Erabaru.news , Manggarai Barat, 12 Agustus 2026 – Sebanyak 25 guru dari empat sekolah di Pulau Boleng, yaitu MTs Tujuh Tangkai, SDN Nanga Boleng, SDN Pulau Boleng, dan PAUD Bajo Sayang, mengikuti orientasi pembukaan program Teach4Hope pada Sabtu, 8 Agustus lalu. Program penguatan kapasitas guru ini digagas Kitabisa, bekerja sama dengan Kredivo Group sebagai donatur, dan Yayasan Insan Bumi Mandiri (IBM) sebagai mitra pelaksana di lapangan.
Pulau Boleng dapat ditempuh selama 30 menit perjalanan darat dan 15 menit perjalanan laut dari Labuan Bajo, salah satu destinasi wisata utama Nusa Tenggara Timur, namun tergolong ke dalam wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Pada malam hari, listrik di pulau ini baru menyala sekitar satu jam, dan gedung sekolah menengah pertama di sana baru memiliki bangunan sendiri tahun ini. Di tengah kondisi tersebut, para guru, yang mayoritas masih berstatus honorer, tetap konsisten mengajar setiap hari. Kondisi inilah yang membuat penguatan kapasitas guru, khususnya di jenjang SMP/MTs, menjadi fokus utama Teach4Hope di Pulau Boleng.
Orientasi berlangsung di ruang kelas MTs Tujuh Tangkai, dibuka dengan sambutan Reza Indra Head of Program KitabisaORG, yang memperkenalkan Kitabisa dan program Teach4Hope kepada seluruh peserta. Sambutan berikutnya disampaikan Sekretaris Desa Batu Tiga, Kadirun, mewakili pemerintah setempat, serta Masa Paskalis Lingga, Direktur Kredivo Indonesia, mewakili pihak donatur. Abdul Karim, Wakil Ketua Yayasan Tujuh Tangkai, turut menyampaikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya program ini.
Kadirun menyampaikan dukungan penuh pemerintah desa terhadap program ini karena dinilai selaras dengan program pembangunan setempat dan menjadi pengalaman baru bagi wilayah 3T seperti Pulau Boleng. Ia berharap para guru mengikuti pelatihan ini sampai tuntas agar manfaatnya benar-benar dirasakan.
Turut hadir jajaran Kredivo Group, yaitu Jean Lua Corporate Human Resource, Grace Songa dan Fauzan Waly Yassar dari tim Human Resource, serta Feisal Jamaludin Kahfi dari tim Marketing.
Salah satu momen yang paling ditunggu adalah sesi berbagi cerita dari Abdul Karim, guru SDN Nanga Boleng, mengenai pengalamannya mengajar disana dan harapannya terhadap program ini. Ceritanya memberi gambaran nyata soal tantangan mengajar sehari-hari di pulau ini, sekaligus alasan mengapa pelatihan lanjutan ini dinanti para guru.
“Dulu, anak-anak yang lulus SD di Pulau Boleng harus keluar pulau untuk lanjut sekolah, jauh dari orang tua. Itu yang membuat saya dan Pak Sukardin bertekad membangun sekolah lanjutan di sini, sampai akhirnya bertemu Kitabisa dan Insan Bumi Mandiri. Sekarang bangunannya sudah ada, siswanya juga sudah ada, tinggal gurunya yang harus terus berkembang mengikuti kurikulum dan teknologi baru. Kalau guru tidak berkembang, cara mengajarnya juga akan begitu-begitu saja. Karena itu kami sangat membutuhkan pelatihan ini, dan berterima kasih kepada Kitabisa, Kredivo, dan Insan Bumi Mandiri,” kata Abdul Karim, Wakil Ketua Yayasan Tujuh Tangkai.
Sebagai penanda dimulainya program, Kredivo Group dan Kitabisa menyerahkan seperangkat alat pelatihan untuk peserta yang diwakili oleh Mahendra guru MTs Tujuh Tangkai dan Abdul Karim wakil ketua Yayasan Tujuh Tangkai. Suasana kian hangat lewat sesi trivia seputar dunia pendidikan, yang dimenangkan oleh Marselinus. Rangkaian orientasi ditutup dengan makan siang bersama, dilanjutkan kunjungan keliling sekolah oleh perwakilan Kredivo Group dan Kitabisa.
Pelatihan pertama dijadwalkan mulai pekan kedua Agustus 2026 dan berlangsung rutin setiap pekan setelah jam mengajar para guru selesai. Program ini terdiri dari enam pertemuan yang mencakup tiga kompetensi utama yaitu kompetensi personal, rasional, dan vokasional dengan menghadirkan langsung para ahli di bidangnya ke Pulau Boleng untuk mendampingi proses belajar para guru.
“Ini merupakan tanggung jawab sosial kami melalui sektor pendidikan. Semoga kerja sama ini terus bermanfaat bagi Pulau Boleng. Jangan pernah berhenti belajar, karena keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi halangan untuk terus belajar,” kata Masa Paskalis Lingga, Direktur Kredivo Indonesia.
Melalui Teach4Hope, Kitabisa, Kredivo Group, dan Insan Bumi Mandiri berharap kolaborasi ini menjadi titik awal bagi lebih banyak kesempatan belajar bagi guru-guru Pulau Boleng. Sebab ketika satu guru berkembang, dampaknya akan dirasakan ratusan siswa lintas generasi. Karena sejatinya hidup untuk belajar, dan kita belajar untuk hidup.
Tentang Insan Bumi Mandiri
Insan Bumi Mandiri (IBM) merupakan sebuah lembaga filantropi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun pedalaman Indonesia. Berdiri sejak 2016, IBM telah berhasil menyelenggarakan 1.004 program dan membantu lebih dari 163.792 masyarakat pedalaman Indonesia. Kami selalu percaya, langkah kecil bersama anda #SahabatPedalaman, akan menciptakan Jejak Kebaikan untuk saudara-saudara kita di pedalaman. Berbagai persoalan, seperti akses transportasi, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bisa kita benahi bersama. Informasi lengkap bisa dilihat di insanbumimandiri.org.



