POLITIK

Erza Saladin Sambut HUT ke-7 Gelora: Kiprah Partai Semakin Dikenal Masyarakat Sumsel

Gelora tidak hanya dimaknai sebagai perayaan hari lahir organisasi, tetapi juga sebagai momentum mempertegas arah perjuangan politik yang berorientasi pada gagasan, penguatan kelembagaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

HUT ke-7 Partai Gelora, Erza Saladin Bersyukur Pengenalan Masyarakat Sumsel Semakin Meningkat

 

PALEMBANG– Memasuki usia tujuh tahun, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia terus melakukan pembenahan dan penguatan organisasi. Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-7 pada 28 Oktober 2026 menjadi kesempatan bagi seluruh jajaran partai untuk mengevaluasi perjalanan, memperkuat konsolidasi, serta menyiapkan langkah strategis menghadapi tantangan politik ke depan.

Mengusung tema “Dari Gerakan ke Negara”, peringatan tujuh tahun Partai Gelora tidak hanya dimaknai sebagai perayaan hari lahir organisasi, tetapi juga sebagai momentum mempertegas arah perjuangan politik yang berorientasi pada gagasan, penguatan kelembagaan, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Di Sumatera Selatan, penguatan organisasi tersebut menjadi salah satu perhatian DPW Partai Gelora yang dipimpin Erza Saladin. Sejumlah agenda konsolidasi dan peningkatan kapasitas pengurus terus dilakukan untuk membangun struktur organisasi yang lebih solid hingga tingkat kabupaten dan kota.

Erza Saladin mengungkapkan rasa syukurnya atas semakin meningkatnya pengenalan masyarakat Sumatera Selatan terhadap Partai Gelora. Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi dorongan tersendiri bagi seluruh jajaran pengurus dan kader untuk terus bergerak memperkenalkan gagasan serta keberadaan partai di tengah masyarakat.

“Kami sangat bersyukur karena pengenalan masyarakat Sumatera Selatan terhadap Partai Gelora semakin meningkat. Ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus bekerja, memperkuat organisasi, memperluas komunikasi dengan masyarakat, serta memperkenalkan gagasan dan perjuangan Gelora secara lebih luas,” ujar Erza.

Konsolidasi dan Peningkatan Kapasitas Pengurus

Salah satu langkah yang ditempuh DPW Partai Gelora Sumsel adalah menyelenggarakan kegiatan capacity building bagi jajaran pengurus DPD Partai Gelora se-Sumatera Selatan di Palembang. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk meningkatkan kemampuan kepemimpinan, memperkuat koordinasi, serta menyamakan persepsi mengenai arah dan program organisasi.

Baca Juga  Islam Melekat dalam Jati Diri Partai Gelora

Melalui kegiatan ini, para pengurus daerah diharapkan memiliki kemampuan manajerial dan komunikasi politik yang lebih baik. Penguatan kapasitas menjadi penting agar organisasi tidak hanya memiliki struktur kepengurusan, tetapi juga mampu menjalankan program secara terukur dan berkelanjutan.

Selain meningkatkan kemampuan kepengurusan, DPW Partai Gelora Sumsel juga memberikan perhatian terhadap pembentukan karakter dan pemahaman ideologi kader.

Hal itu dilakukan melalui program Training for Facilitator (TFF) Ideologisasi Dasar. Program ini diarahkan untuk memperkuat pemahaman kader terhadap nilai, gagasan, serta arah perjuangan Partai Gelora.

Ideologisasi menjadi bagian penting dalam membangun organisasi politik. Sebab, keberadaan partai tidak cukup hanya ditopang oleh jumlah anggota dan struktur kepengurusan. Dibutuhkan pula kesamaan pemahaman, komitmen, serta kemampuan kader dalam menerjemahkan gagasan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat menjadi fasilitator yang mampu menyampaikan pemahaman dasar partai kepada anggota lainnya. Proses kaderisasi pun dapat berjalan secara berjenjang dan menjangkau lebih banyak wilayah.

Rekrutmen Anggota hingga Tingkat Akar Rumput

Agenda berikutnya adalah memperluas basis keanggotaan. Sejalan dengan arahan Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta, penguatan organisasi diarahkan agar semakin dekat dengan masyarakat melalui kerja-kerja di tingkat akar rumput.

Rekrutmen anggota menjadi salah satu program yang terus didorong. Sasaran pengembangan keanggotaan tidak hanya berada di tingkat kabupaten dan kota, tetapi juga hingga kecamatan, desa, kelurahan, RT, serta berbagai komunitas masyarakat.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya membangun fondasi organisasi yang lebih kuat. Semakin luas jangkauan komunikasi dan keanggotaan, semakin terbuka pula kesempatan bagi partai untuk mengenali aspirasi dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

Baca Juga  Achmad Muzaini Diutus Prabowo Sebagai Kader atau Ketua MPR RI

Bagi Gelora Sumsel, penguatan basis tidak semata-mata berkaitan dengan persiapan menghadapi pemilu. Lebih dari itu, kehadiran kader di lingkungan masyarakat diharapkan dapat membangun komunikasi, memperluas ruang dialog, dan mendorong partisipasi masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menyiapkan Organisasi Menghadapi Masa Depan

Peringatan HUT ke-7 juga menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan Partai Gelora sejak berdiri pada 2019. Dalam perjalanan tersebut, partai telah melewati berbagai dinamika politik nasional maupun daerah, termasuk pengalaman mengikuti kontestasi politik dan melakukan evaluasi organisasi.

Bagi jajaran Partai Gelora di Sumatera Selatan, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memperbaiki tata kelola organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperkuat jaringan kepengurusan.

Ke depan, tantangan organisasi bukan hanya bagaimana membangun struktur yang luas, tetapi juga bagaimana memastikan setiap pengurus dan kader memiliki kegiatan serta kontribusi yang jelas.

Konsolidasi, pendidikan politik, ideologisasi, dan rekrutmen anggota menjadi rangkaian kerja yang saling berkaitan. Seluruhnya diarahkan untuk membangun organisasi yang memiliki fondasi kuat dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat.

Dengan tema “Dari Gerakan ke Negara”, Partai Gelora ingin menegaskan pentingnya perjalanan dari sebuah gerakan yang dibangun melalui gagasan dan partisipasi masyarakat menuju kontribusi dalam tata kelola kehidupan bernegara.

Di Sumatera Selatan, Erza Saladin bersama jajaran pengurus DPW dan DPD memiliki agenda untuk terus merawat konsolidasi tersebut. Usia tujuh tahun menjadi pengingat bahwa perjalanan politik membutuhkan kesabaran, kerja organisasi, dan komitmen yang berkesinambungan.

Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi seluruh kader untuk memperkuat kebersamaan, memperluas komunikasi dengan masyarakat, serta menjadikan organisasi sebagai ruang pengabdian dan penyaluran aspirasi publik.

Editor: Bang Bangun

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button