NEWS

Tingkatkan Respons Darurat, Senkom Sumsel Bekali Anggota Kemampuan SAR

Erabaru.news, OKU SELATAN – Meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat menjadi perhatian Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri Provinsi Sumatera Selatan. Sebanyak 68 anggota Senkom mengikuti Pelatihan Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Search and Rescue (SAR) yang digelar di kawasan Danau Ranau, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sabtu (31/10/2026).

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas anggota Senkom agar mampu mengambil peran dalam mendukung penanganan berbagai situasi darurat, khususnya bencana alam yang membutuhkan respons cepat, koordinasi, dan keterampilan di lapangan.

Ketua Senkom Mitra Polri Sumsel, Santoso, mengatakan bahwa kesiapsiagaan merupakan bagian penting dari tanggung jawab organisasi. Menurutnya, anggota Senkom harus senantiasa siap menjalankan tugas dan memberikan kontribusi bagi masyarakat, baik dalam kondisi aman maupun ketika terjadi situasi darurat.

“Senkom harus selalu siap siaga. Kesiapan itu bukan hanya ketika terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi harus dibangun sejak dini melalui pembekalan pengetahuan, latihan, dan peningkatan keterampilan anggota,” ujarnya.

Baca Juga  29.969 Kasus ISPA Jadi Alarm, Penanganan Karhutla Sumsel Dipertanyakan

Ia menegaskan, keberadaan Senkom tidak hanya berorientasi pada penguatan komunikasi dan dukungan terhadap tugas-tugas kepolisian, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keselamatan masyarakat. Karena itu, kemampuan dasar penanggulangan bencana, kedisiplinan, serta keterampilan SAR perlu terus ditingkatkan.

Santoso juga berharap pelatihan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi agenda pembinaan berkelanjutan. Dengan demikian, anggota Senkom memiliki kesiapan mental, fisik, dan kemampuan teknis ketika dibutuhkan dalam membantu penanganan keadaan darurat.

Sementara itu, Kanit SAR OKU, Kemas Ismail, menekankan pentingnya kolaborasi antara Senkom, Polri, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Menurutnya, penanganan bencana tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh unsur terkait.

“Sinergi antarlembaga sangat diperlukan. Dalam operasi SAR maupun penanganan bencana, setiap unsur harus memahami tugas dan tanggung jawabnya sehingga pelaksanaan di lapangan dapat berjalan efektif,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber yang memiliki kompetensi di bidang keamanan, kebencanaan, dan pencarian serta pertolongan.

Baca Juga  Pensiunan Perempuan Diajak Terus Berkontribusi Gagasan dan Pengalaman

Materi kebencanaan disampaikan Uliati Liska, Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD OKU Selatan, yang hadir mewakili Kepala BPBD OKU Selatan. Sementara materi SAR disampaikan Kemas Ismail, ST, selaku Kanit SAR Basarnas wilayah OKU Timur/OKU Raya.

Peserta juga menerima materi dari jajaran Satuan Binmas Polres OKU Selatan. Selain pembekalan teori, BPBD turut memberikan materi dan pelatihan water rescue atau teknik penyelamatan di perairan. Materi ini dinilai relevan dengan karakteristik wilayah Danau Ranau yang memiliki potensi aktivitas penyelamatan di kawasan perairan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Jaridin RS dari Satbinmas Polres OKU Selatan serta Kemas Ismail selaku Kanit SAR.

Melalui pelatihan ini, Senkom Sumsel berharap kapasitas dan profesionalitas anggota semakin meningkat. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat jejaring koordinasi antara organisasi kemasyarakatan, kepolisian, Basarnas, dan BPBD dalam membangun sistem kesiapsiagaan serta respons kebencanaan yang lebih baik di Sumatera Selatan.

(Taufiq)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button