NEWS

Kasus ISPA Tercatat 752 Kasus dan 406 Kasus Kebakaran Lahan

PALEMBANG — Kebakaran lahan di Kota Palembang mencapai 406 kejadian dengan luas terdampak sekitar 254,23 hektare hingga 17 September 2026. Kondisi ini turut berdampak pada kualitas udara, dengan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 302 pada Jumat (18/9/2026) pukul 04.00 WIB atau berada pada kategori berbahaya.

Data tersebut disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa saat mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago meninjau Posko Karhutla di Kecamatan Kertapati, Jumat. “Berdasarkan data hingga 17 September, tercatat 406 kejadian kebakaran lahan dengan luas terdampak sekitar 254,23 hektare,” kata Ratu Dewa.

Kertapati menjadi kecamatan dengan kejadian terbanyak, yakni 64 kasus, disusul Gandus 60 kasus, Alang-Alang Lebar 56 kasus, Ilir Barat I 50 kasus, dan Sukarami 49 kasus. Sejumlah lokasi juga mengalami kebakaran berulang. Jalan Tanjung Barangan tercatat 14 kali, Jalan Talang Kepuh 12 kali, dan Jalan Mayjend Satibi Darwis tujuh kali.

Baca Juga  Bertransformasi dengan Hijrah Ekologis

Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan pentingnya pemetaan wilayah rawan agar pengerahan personel dan peralatan lebih terarah. “Pemetaan titik rawan dan prediksi lokasi kemunculan api penting agar personel dan sumber daya dapat dikerahkan secara efektif,” ujarnya.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Sumatera Selatan masih termasuk daerah dengan titik panas tinggi, meski trennya mulai menurun. Penanganan dilakukan melalui operasi darat, water bombing, pemetaan titik panas, dan patroli.

Selain karhutla, kekeringan juga berdampak terhadap masyarakat. Kekurangan air rumah tangga antara lain terjadi di Sukajaya yang berdampak pada 720 kepala keluarga. Kekeringan juga melanda lahan pertanian di sejumlah wilayah, termasuk Pulokerto dengan luas sekitar 407 hektare.

 

Meski demikian, ketersediaan air bersih di Palembang disebut masih aman. Perumda Tirta Musi mencatat peningkatan ketersediaan air baku sebesar 6,3 persen, produksi 5 persen, dan distribusi 5,1 persen pada Mei-Agustus 2026.

Baca Juga  Berkah Tobat dan Istighfar: Jalan Menuju Rahmat Allah

Dampak asap juga terlihat dari peningkatan kasus ISPA. Hingga 17 September, tercatat 752 kasus, naik dari 706 kasus sehari sebelumnya. Pemkot Palembang telah menyiapkan 61 posko kesehatan di 42 puskesmas dan mendistribusikan 55.400 masker. “Apabila nilai ISPU berada di atas 200, kegiatan pembelajaran tatap muka dihentikan dan dilaksanakan melalui pembelajaran jarak jauh,” kata Ratu Dewa terkait kebijakan pendidikan selama kondisi udara memburuk.

Pemkot Palembang juga memperkuat patroli dan pengawasan melalui 18 posko siaga lapangan serta 10 posko pemadam kebakaran dengan 232 personel. Pemerintah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kebakaran berulang. Penanganan karhutla dinilai membutuhkan respons cepat dan sinergi pemerintah, aparat, petugas pemadam, relawan, serta masyarakat. (mnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button