LIFESTYLE

Jamaah Mega Wisata Bertolak ke Jeddah kemudian Langsung Umroh ke Mekkah,  Membawa Harapan dan Doa di Tanah Suci

Umrah adalah perjalanan hati. Ada kerinduan yang selama ini tersimpan, ada doa-doa yang ingin dipanjatkan di tempat-tempat mulia, serta ada harapan agar kepulangan dari Tanah Suci membawa perubahan dalam kehidupan.

Jamaah Mega Wisata Bertolak ke Jeddah kemudian Langsung Umroh ke Mekkah,  Membawa Harapan dan Doa di Tanah Suci

Erabaru.news, PALEMBANG — Rabu pagi, 26 Agustus 2026, menjadi hari yang penuh haru dan kebahagiaan bagi jamaah Mega Wisata Tour & Travel. Dengan penuh rasa syukur, para jamaah bertolak menuju Jeddah, Arab Saudi, untuk memenuhi panggilan Allah SWT dan melaksanakan rangkaian ibadah umrah di Tanah Suci.

Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan dari Indonesia menuju Arab Saudi. Bagi seorang Muslim, umrah adalah perjalanan hati. Ada kerinduan yang selama ini tersimpan, ada doa-doa yang ingin dipanjatkan di tempat-tempat mulia, serta ada harapan agar kepulangan dari Tanah Suci membawa perubahan dalam kehidupan.

Setibanya di Jeddah, jamaah akan melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah. Mereka akan didampingi oleh Ustadz Bangun Lubis dan Ustadz Osa Maliki. Sementara untuk pendamping muslimah, turut mendampingi Ibu Etta Hardini sebagai tour leader.

Kehadiran para pendamping diharapkan dapat membantu jamaah selama perjalanan, baik dalam hal koordinasi, pelaksanaan ibadah maupun berbagai kebutuhan jamaah selama berada di Tanah Suci.

Pesan Direktur Utama Mega Wisata

Direktur Utama PT Sriwijaya Mega Wisata, Ibu Salwaty,  berpesan kepada seluruh jamaah agar memanfaatkan kesempatan berada di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah, doa dan istighfar.

“Berangkatlah dengan niat yang ikhlas karena Allah. Selama di Tanah Suci, jaga kesehatan, kesabaran dan kekompakan. Perbanyak doa dan jangan lupa mendoakan keluarga serta orang-orang yang kita cintai. Semoga perjalanan ini menjadi perjalanan yang membawa keberkahan dan seluruh jamaah mendapatkan umrah yang mabrur,” ujar Ibu Salwaty.

Baca Juga  Jejak Islam di Pulau Kemaro Perlu Diungkap dengan Kajian yang Bertanggung Jawab

Menurutnya, perjalanan umrah hendaknya tidak hanya dipandang sebagai perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan untuk memperbaiki hati dan kehidupan.

Kita datang ke Tanah Suci bukan hanya untuk melihat tempat-tempat yang mulia, tetapi untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mudah-mudahan setelah kembali ke Tanah Air, ada perubahan dalam diri kita menjadi lebih baik, lebih sabar, lebih bersyukur dan semakin dekat kepada Allah SWT,” katanya.

Perbanyak Doa dan Istighfar

Jamaah hendaknya memperbanyak doa selama berada di Tanah Suci. Allah SWT berfirman:

Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”QS. Ghafir: 60.

Ayat ini menjadi pengingat bahwa seorang hamba tidak boleh berhenti berharap kepada Allah. Doa adalah bentuk penghambaan sekaligus pengakuan bahwa manusia memiliki keterbatasan, sedangkan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa doa seorang Muslim tidak sia-sia. Doa dapat dikabulkan, atau Allah menyimpannya sebagai pahala di akhirat, atau dengan doa tersebut Allah menghindarkan suatu keburukan dari orang yang berdoa.

Selain memperbanyak doa, jamaah hendaknya memperbanyak istighfar. Allah SWT berfirman dalam QS. Nuh ayat 10–12

Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat kepadamu, memperbanyak harta dan anak-anakmu, serta mengadakan kebun-kebun dan sungai-sungai untukmu.”

Ayat tersebut menunjukkan besarnya rahmat Allah bagi orang yang memperbanyak istighfar. Karena itu, jamaah hendaknya memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan dan memohon agar Allah memberikan kehidupan yang penuh keberkahan.

Baca Juga  Politik Indonesia: Masih Mengedepankan Kesemrawutan, Bukan Keberetikaan

Semoga setiap doa yang dipanjatkan jamaah di Tanah Suci menjadi jalan mendapatkan ampunan Allah, ketenangan hati, kesehatan, keberkahan dan keluasan rezeki. Jangan pernah berhenti berharap kepada Allah,” tambah Ibu Salwaty.

Menjaga Kesabaran dan Kekompakan

Selama perjalanan umrah, jamaah juga diharapkan menjaga kesabaran. Kepadatan jamaah, perjalanan yang cukup panjang, perbedaan kondisi fisik maupun cuaca membutuhkan kesiapan mental.

Jangan mudah marah dan jangan saling menyalahkan. Justru dalam kondisi seperti itu kesabaran dan akhlak seorang Muslim diuji.

Kepada seluruh jamaah Mega Wisata yang berangkat pada 26 Agustus 2026, selamat menempuh perjalanan menuju Tanah Suci.

Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, keselamatan dan kemudahan sejak keberangkatan menuju Jeddah, selama melaksanakan ibadah di Makkah dan Madinah, hingga kembali ke Tanah Air.

Semoga setiap langkah menjadi pahala, setiap doa diijabah dengan cara terbaik menurut Allah, setiap istighfar menjadi sebab pengampunan dosa, dan setiap permohonan rezeki diberikan dalam bentuk yang penuh keberkahan.

Bismillah menuju Baitullah. Berangkat dengan hati yang ikhlas, beribadah dengan sabar, memperbanyak doa dan istighfar, serta pulang membawa perubahan.

Semoga seluruh jamaah Mega Wisata memperoleh **umrah yang mabrur**, diterima seluruh amal ibadahnya dan menjadi pribadi yang semakin dekat kepada Allah SWT.

Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Editor: Bang Bangun Lubis

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button