NEWS

Birokrat Teladan yang Mengabdikan Hidup untuk Sumatera Selatan

Selamat Jalan H. Nang Ali Solichin, S.H.

Birokrat Teladan yang Mengabdikan Hidup untuk Sumatera Selatan

Oleh: Bangun Lubis

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Kabar wafatnya H. Nang Ali Solichin, S.H. membawa duka yang mendalam bagi masyarakat Sumatera Selatan. Kepergian beliau bukan sekadar berpulangnya seorang mantan kepala daerah, tetapi juga berakhirnya perjalanan panjang seorang birokrat yang selama puluhan tahun mengabdikan tenaga, pikiran, dan pengalamannya untuk membangun daerah serta melayani masyarakat.

Nama H. Nang Ali Solichin tidak asing bagi masyarakat Sumatera Selatan, khususnya di Kabupaten Muara Enim dan Musi Rawas. Beliau merupakan salah satu tokoh pemerintahan yang pernah dipercaya memimpin dua kabupaten besar di provinsi ini. Amanah tersebut tentu tidak diberikan tanpa alasan. Integritas, kemampuan memimpin, serta pengalamannya dalam birokrasi menjadikan beliau sosok yang dipercaya negara untuk memimpin daerah pada masa yang penuh tantangan.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa H. Nang Ali Solichin menjabat sebagai Bupati Muara Enim periode 1985–1990. Pada masa itu, Muara Enim terus berkembang sebagai daerah yang memiliki potensi besar di sektor pertambangan, perkebunan, dan pertanian. Pemerintah daerah di bawah kepemimpinannya berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat penyelenggaraan pemerintahan, serta mendorong pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Setelah menyelesaikan tugasnya di Muara Enim, pemerintah kembali memberikan kepercayaan kepada beliau untuk memimpin Kabupaten Musi Rawas periode 1990–1995. Amanah memimpin dua kabupaten berbeda merupakan sebuah kehormatan sekaligus bukti bahwa kemampuan dan dedikasi beliau mendapatkan pengakuan dari pemerintah.

Masyarakat yang mengenal beliau sering menggambarkan H. Nang Ali Solichin sebagai pemimpin yang sederhana, tenang, namun tegas dalam mengambil keputusan. Beliau tidak hanya mengandalkan laporan tertulis dari para bawahannya, tetapi juga memiliki kebiasaan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat. Cara kepemimpinan seperti ini membuat berbagai persoalan dapat dipahami secara nyata sehingga kebijakan yang diambil lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga  Ketika Perubahan Iklim Menjadi Kenyataan yang Tak Bisa Lagi Diabaikan

Dalam berbagai kesempatan, beliau juga dikenal sebagai pribadi yang mudah bergaul dengan semua kalangan. Tokoh agama, tokoh adat, aparatur sipil negara, kalangan akademisi, hingga masyarakat biasa merasa nyaman berdialog dengannya. Beliau selalu mengedepankan musyawarah, mendengarkan berbagai pendapat, dan berusaha mencari solusi terbaik bagi kepentingan masyarakat.

Jejak pengabdian beliau tidak berhenti ketika masa jabatan sebagai bupati berakhir. Sebagai tokoh senior Sumatera Selatan, H. Nang Ali Solichin tetap aktif memberikan pandangan dan pemikiran bagi kemajuan daerah. Beliau dikenal sebagai salah satu tokoh yang ikut memperjuangkan lahirnya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Perjuangan tersebut menjadi bagian dari ikhtiar agar pelayanan pemerintahan semakin dekat kepada masyarakat dan pembangunan dapat berlangsung lebih merata.

Meski telah lama tidak memegang jabatan pemerintahan, rumah beliau tetap menjadi tempat bersilaturahmi berbagai kalangan. Banyak kepala daerah, pejabat, tokoh masyarakat, dan sahabat datang untuk meminta nasihat maupun bertukar pikiran mengenai pembangunan daerah. Hal itu menunjukkan bahwa ketokohan seseorang tidak hanya ditentukan oleh jabatan yang sedang diemban, melainkan oleh keteladanan dan kebijaksanaan yang ditinggalkannya.

Sesungguhnya, setiap pemimpin memiliki gaya dan pendekatan yang berbeda. Namun, yang membuat seorang pemimpin dikenang adalah keikhlasannya dalam mengabdi serta manfaat yang dirasakan masyarakat. H. Nang Ali Solichin telah menunjukkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kekuasaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

Baca Juga  Jaksa Ungkap Peran Aktif Anggoro dalam Dugaan Pembagian Fee Proyek Irigasi Air Lemutu

“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”(QS. An-Nisa: 58).*

Ayat tersebut mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Dalam perjalanan pengabdiannya, H. Nang Ali Solichin telah berusaha menjalankan amanah tersebut melalui berbagai kebijakan dan pengabdian kepada masyarakat.

Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”(HR. Ath-Thabrani).

Hadis ini menjadi cerminan bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari kedudukan, tetapi juga dari manfaat yang ditinggalkan bagi orang lain. Jejak pengabdian H. Nang Ali Solichin akan tetap menjadi bagian dari sejarah pembangunan Sumatera Selatan.

Kini beliau telah berpulang menghadap Sang Pencipta. Jabatan telah berakhir, kedudukan telah ditinggalkan, tetapi amal kebaikan, keteladanan, dan pengabdian akan terus dikenang. Generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat beliau dalam membangun daerah dengan kejujuran, kerja keras, dan kepedulian kepada masyarakat.

Atas nama masyarakat Sumatera Selatan, kita menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada almarhum H. Nang Ali Solichin, S.H. Semoga segala amal ibadah beliau diterima oleh Allah SWT, segala khilafnya diampuni, kuburnya dilapangkan, dan beliau ditempatkan bersama orang-orang yang beriman dan bertakwa.

Selamat jalan, H. Nang Ali Solichin, S.H.

Pengabdianmu akan selalu menjadi bagian dari sejarah Sumatera Selatan. Namamu akan tetap dikenang sebagai seorang birokrat, pemimpin, dan tokoh masyarakat yang telah memberikan sumbangsih nyata bagi kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button