NEWS

Hadapi Karhutla 30 Mobil Pemadam Kebakaran Disiagakan 

PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memfokuskan pengawasan di lima kecamatan yang dinilai memiliki potensi karhutla cukup tinggi. Kelima kecamatan tersebut yakni Sematang Borang, Kalidoni, Ilir Barat I, Alang-Alang Lebar dan Kertapati.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, penguatan kesiapsiagaan dilakukan dengan mendekatkan personel dan armada pemadam kebakaran ke wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran. “Lima kecamatan dengan karhutla cukup tinggi itu Sematang Borang, Kalidoni, Ilir Barat I, Alang-Alang Lebar, dan Kertapati,” kata Ratu Dewa.

Menurut dia, langkah tersebut dilakukan agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin apabila ditemukan titik kebakaran. Pemerintah Kota Palembang juga menyiagakan sekitar 30 mobil pemadam kebakaran melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). “Nah, ini semua armada saya minta dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah maupun Damkar untuk mobil-mobil damkar standby sebanyak 30,” ujarnya.

Selain armada, Ratu Dewa mengatakan sumber daya manusia juga telah dikerahkan untuk memperkuat pengawasan di lapangan.

Ia bahkan meminta jajaran pejabat Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD turun langsung melakukan pengawasan terhadap petugas yang berada di lapangan. “SDM juga sudah saya kerahkan. Bahkan sudah saya bagi tugas semalam, seluruh pejabat Damkar maupun pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk berada di lapangan, jangan sampai tidak ada yang mengawasi petugas lapangan,” katanya.

Baca Juga  Era Baru — Arus Perubahan Iklim: Suara Baru untuk Menyelamatkan Bumi

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap titik karhutla tidak hanya mengandalkan petugas di tingkat lapangan, tetapi juga mendapat pengawasan langsung dari jajaran terkait.

Ratu Dewa mengatakan, perkembangan titik karhutla di Palembang sempat mengalami penurunan pada 23 hingga 25 September. Namun, jumlah titik kembali meningkat setelah periode tersebut. “Titik puncaknya kemarin cukup tinggi, bahkan di angka 24 titik, tetapi padamnya juga cepat. Karena kita berada di lahan mineral,” ujarnya.

Pada malam sebelumnya, terdapat dua titik karhutla yang terpantau, yakni di Sematang Borang dan Jakabaring. Menurut Ratu Dewa, kedua titik tersebut dapat dipadamkan dengan cepat.

Kondisi lahan mineral di Palembang disebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses pemadaman berlangsung relatif cepat. Ratu Dewa menyebut, kebakaran di lahan mineral umumnya dapat ditangani dalam hitungan beberapa jam. “Karena kita lahan mineral, lahan mineral hitungannya antara tiga sampai lima jam sudah tuntas. Bahkan semalam hitungan satu jam setengah sudah padam,” katanya.

Baca Juga  PWI Pagaralam Desak Kepolisian Tangkap dan Usut Tuntas Kasus Kekerasan Jurnalis

Meski titik karhutla di dalam kota dapat ditangani dengan cepat, persoalan kabut asap masih menjadi perhatian. Ratu Dewa mengatakan, asap yang menyelimuti Palembang tidak seluruhnya berasal dari kebakaran yang terjadi di dalam kota. Kondisi geografis Palembang yang berada di dataran rendah membuat asap dari wilayah sekitar berpotensi terbawa angin dan masuk ke kota, khususnya wilayah bagian tenggara, timur, dan selatan.

Menurut Ratu Dewa, kondisi tersebut mengacu pada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, penanganan karhutla dinilai membutuhkan koordinasi lintas daerah, terutama dengan kabupaten dan kota yang menjadi sumber titik panas. “Maka itu, ini butuh kesatuan terpadu untuk penanggulangan karhutla di beberapa kabupaten/kota. Selagi itu belum, maka ini terus akan asapnya balik ke Palembang,” ujarnya.

Dengan penguatan personel, kesiapsiagaan 30 armada pemadam, serta pengawasan di lima kecamatan, Pemkot Palembang berupaya mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan titik karhutla di wilayah kota. (mnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button