NEWS

Tiga Lokasi Karhutla Terparah, Sematang Borang, Kertapati dan Alang-alang Lebar 

PALEMBANG — Tiga wilayah di Kota Palembang menjadi perhatian pemerintah terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara. Ketiga wilayah tersebut yakni Sematang Borang, Kertapati dan Alang-Alang Lebar.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, dari sejumlah wilayah yang dipantau, tiga kawasan tersebut menjadi titik yang mendapat perhatian dalam penanganan karhutla. “Walaupun tiga besarnya ada Sematang Borang, Kertapati dan Alang-Alang Lebar, tetapi saya minta ini ditekankan daerah Sematang Borang,” ujar Ratu Dewa, Rabu (30/9).

Dari ketiga wilayah tersebut, Dewa memberikan penekanan khusus terhadap kondisi di Sematang Borang. Ia telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang untuk meningkatkan perhatian dan penanganan di kawasan tersebut.

Baca Juga  Gandeng PHRI, Program Rantang bagi Warga Kurang Mampu

Menurut Dewa, kondisi geografis Kota Palembang yang merupakan dataran rendah turut membuat asap dari wilayah sekitar berpotensi memengaruhi kualitas udara di dalam kota. “Saya tidak sebutkan nama daerahnya, tetapi ini bisa dicek ISPU-nya, baik dari pemantauan Kementerian Lingkungan Hidup maupun dari IQAir,” katanya.

Dewa juga mengungkapkan bahwa penindakan terhadap pelaku karhutla telah dilakukan. Pelaku yang diduga melakukan pembakaran secara sengaja di kawasan Sematang Borang dan Sako telah ditangkap dan diproses oleh kepolisian. “Orang yang ada unsur kesengajaan membakar ini sudah ditangkap dan diproses oleh pihak Polrestabes Kota Palembang,” ujarnya.

Baca Juga  PSEL Resmi Beroperasi Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Dimulai

Pemerintah Kota Palembang juga terus memperkuat penanganan karhutla dengan menyiagakan armada pemadam kebakaran di lokasi-lokasi yang dianggap rawan.

Dewa meminta dua hingga tiga armada Damkar dapat disiagakan di kawasan rawan seperti Sematang Borang. Secara keseluruhan, sekitar 30 armada dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla di Palembang.

Ia menambahkan, salah satu kendala dalam pemadaman adalah ketersediaan suplai air. Karena itu, pihaknya meminta PDAM tetap bersiaga untuk mendukung proses pemadaman di lapangan. “Kesulitan kita memang di suplai air. Makanya kita minta PDAM selalu standby,” kata Dewa. (mna)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button