Antrean Panjang BBM di Sumsel Harus Segera Diakhiri, Masyarakat Menunggu Solusi Nyata

Antrean Panjang BBM di Sumsel Harus Segera Diakhiri, Masyarakat Menunggu Solusi Nyata
Erabaru.news, PALEMBANG – Antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sumatera Selatan kembali menjadi perhatian.
Kondisi yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir itu dinilai semakin meresahkan masyarakat karena mengganggu aktivitas sehari-hari, memperlambat distribusi barang, serta menambah beban para pengemudi angkutan umum maupun kendaraan logistik.
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengakui bahwa persoalan antrean BBM memang nyata terjadi dan harus segera diatasi secara menyeluruh.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap keluhan masyarakat yang setiap hari harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mendapatkan BBM.
Bagi masyarakat, yang paling penting saat ini adalah hadirnya solusi yang dapat dirasakan secara langsung. Mereka berharap antrean panjang tidak lagi menjadi pemandangan sehari-hari di berbagai SPBU.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama instansi terkait diharapkan segera memperkuat koordinasi untuk mengevaluasi sistem distribusi, pengawasan, dan pelayanan di setiap SPBU. Langkah tersebut penting agar penyebab antrean dapat diidentifikasi secara tepat dan diselesaikan dengan cepat.
Selain itu, evaluasi terhadap kuota BBM di setiap SPBU juga perlu dilakukan. SPBU yang melayani jumlah kendaraan lebih banyak tentu membutuhkan penyesuaian pasokan agar tidak kehabisan stok dalam waktu singkat. Dengan distribusi yang lebih proporsional, antrean diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Pengawasan di lapangan juga menjadi faktor penting. Kehadiran petugas pada jam-jam sibuk dapat membantu mengatur arus kendaraan sehingga antrean tidak sampai meluber ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas maupun keselamatan pengguna jalan lainnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya informasi yang lebih terbuka mengenai ketersediaan BBM di setiap SPBU. Informasi yang jelas akan membantu pengendara menentukan lokasi pengisian tanpa harus berpindah-pindah atau terjebak dalam antrean panjang.
Persoalan BBM bukan sekadar urusan pasokan energi, tetapi juga berkaitan erat dengan pelayanan publik dan kelancaran aktivitas ekonomi. Setiap keterlambatan memperoleh BBM berdampak pada produktivitas masyarakat, biaya operasional usaha, hingga distribusi kebutuhan pokok.
Karena itu, berbagai langkah yang sedang disiapkan pemerintah diharapkan segera membuahkan hasil. Masyarakat menaruh harapan besar agar koordinasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan pengelola SPBU mampu menghadirkan perbaikan yang nyata.
Antrean panjang yang berlarut-larut tidak boleh menjadi keadaan yang dianggap biasa. Sumatera Selatan membutuhkan sistem penyaluran BBM yang lebih tertib, lebih efisien, dan mampu memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat.
Harapan seluruh warga sederhana: datang ke SPBU, mendapatkan BBM dengan tertib, lalu kembali beraktivitas tanpa harus menghabiskan waktu berjam-jam di dalam antrean. Itulah pelayanan publik yang diharapkan dapat segera terwujud di Sumatera Selatan.
@bangbangunlubis



