EKONOMI

Jaga Kualitas Hasil Tangkapan, Nelayan Rua Kini Punya Cold Storage dan Ice Maker Bertenaga Surya

Rayakan HUT ke-48, Pasar Modal Indonesia Hadirkan Fasilitas Penyimpanan Ikan untuk Nelayan di Ternate

 

Ternate, Maluku Utara – Kelurahan Rua di Pulau Ternate, Maluku Utara merupakan salah satu wilayah pemasok ikan terbesa

Penyerahan solar-powered cold storage dari Pasar Modal Indonesia untuk nelayan di Kelurahan Rua, Pulau Ternate

Direktur Insan Bumi Mandiri, Zulfa Faizah, menambahkan pesan agar masyarakat bisa menjaga dan merawat fasilitas tersebut. Ia menyampaikan harapan agar program ini bisa memberikan dampak berkelanjutan, mulai dari peningkatan pendapatan nelayan, stabilisasi harga jual ikan, hingga efisiensi biaya operasional di Kelurahan Rua.

Pada akhirnya, pemberian solar-powered cold storage untuk Kelurahan Rua ini diharapkan bisa menjadi awal dari hadirnya perubahan besar bagi kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik untuk keluarga nelayan di Rua.

Tentang Insan Bumi Mandiri

Insan Bumi Mandiri (IBM) merupakan sebuah lembaga filantropi yang bergerak dalam pemberdayaan masyarakat untuk membangun pedalaman Indonesia. Berdiri sejak 2016, IBM telah berhasil menyelenggarakan 1.004 program dan membantu lebih dari 163.792 masyarakat pedalaman Indonesia. Kami selalu percaya, langkah kecil bersama anda, #PartnerKebaikan, akan mendatangkan kebaikan untuk saudara-saudara kita di pedalaman. Berbagai persoalan, seperti akses transportasi, infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan bisa kita benahi bersama. Informasi lenr di Provinsi Maluku Utara. Letak geografis Kelurahan Rua yang berada di pesisir membuat sektor perikanan menjadi penopang utama kehidupan ekonomi warga di sana yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.

Dalam satu hari, Kelurahan Rua bisa menghasilkan sekitar 100 kilogram hasil tangkapan ikan. Sayangnya, tidak semua ikan bisa terserap pasar di hari yang sama. Permasalahan pun muncul karena nelayan Rua belum memiliki fasilitas penyimpanan yang memadai untuk mengawetkan ikan hasil tangkapan. Minimnya ketersediaan cold storage atau freezer dan keterbatasan daya listrik membuat kualitas ikan yang belum terjual dapat menurun sehingga berpotensi memengaruhi nilai jual dan pendapatan nelayan.

Baca Juga  Progres Tol Patimban Capai 68 Persen, Subang Jadi Incaran Industri Ekspor

Menjawab kebutuhan tersebut, hadirnya fasilitas solar-powered cold storage di Kelurahan Rua diharapkan dapat membantu nelayan menjaga kesegaran dan kualitas hasil tangkapan yang belum terserap pasar pada hari yang sama. Fasilitas ini merupakan bagian dari kolaborasi Pasar Modal Indonesia dengan Insan Bumi Mandiri yang diresmikan pada Sabtu (5/9/26) di Dermaga Dorcis Rua, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Pasar Modal Indonesia ke-48.

Simbolis penyerahan bantuan diberikan oleh Ketua Panitia HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia sekaligus Direktur Utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Antonius Herman Azwar kepada perwakilan kelompok nelayan Kelurahan Rua, didampingi oleh aparatur pemerintahan setempat. Bantuan yang diberikan berupa pembangunan Solar Powered Cold Storage meliputi 2 unit cold storage berkapasitas 300 liter bertenaga surya, 4 unit ice maker berkapasitas 200 liter bertenaga surya, beserta sesi pelatihan dan pendampingan mengenai literasi keuangan dan manajemen pada kelompok nelayan setempat. Hadir pula dalam kegiatan ini Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Derivatif Keuangan, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik, Direktur Utama KSEI Samsul Hidayat, serta perwakilan Wakil Gubernur Maluku Utara Sri Haryanti Hatari.

Dalam sambutannya, Antonius mengungkapkan harapannya agar bantuan ini mampu menjaga kualitas dan memperpanjang masa simpan hasil tangkapan nelayan, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan nelayan. “Untuk ke depannya, kami berharap bantuan ini lebih lanjut mampu mendukung pemanfaatan energi surya oleh masyarakat yang juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dengan mengurangi biaya penggunaan listrik. Program ini diharapkan dapat mendukung peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi nelayan kecil di wilayah Kelurahan Rua di Ternate,” ungkap Anton.

Baca Juga  Terbukti Nikmat, Kopi Liberika Sumsel Siap Bidik Pasar Rusia

Hadirnya fasilitas penyimpanan hasil tangkapan yang memanfaatkan energi terbarukan di Kelurahan Rua ini diharapkan bisa menjaga kualitas hasil tangkapan, memperpanjang masa simpan ikan, mengurangi potensi kerugian para nelayan, mendorong peningkatan ketahanan pangan, dan mendorong penggunaan energi terbarukan.Setelah dilakukan proses serah terima secara simbolis, kelompok nelayan di Rua juga diberikan penjelasan dan demonstrasi teknis untuk meningkatkan pemahaman anggota kelompok nelayan terkait penggunaan fasilitas ini.

Peninjauan cold storage dan ice maker oleh jajaran pimpinan Otoritas Jasa Keuangan dan Self-Regulatory Organization dipandu oleh ketua kelompok nelayan Doro Ici

Ketua Kelompok Nelayan Doro Ici, Ikra Mukhtar, menyambut baik hadirnya solar-powered cold storage di Kelurahan Rua. Menurutnya, fasilitas ini dapat membantu nelayan menjaga kualitas hasil tangkapan, terutama ketika mereka pulang melaut pada malam hari dan ikan belum dapat langsung dipasarkan. “Kami juga bisa menggunakannya untuk menyimpan stok saat harga ikan sedang turun, kemudian menjualnya ketika harga sudah kembali stabil,” tambahnya.

Lengkap bisa dilihat di insanbumimandiri.org 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button