NEWSTERKINI

Supadmi Kohar Nahkodai MUI Sumsel, Pendidikan Umat Jadi Gerakan Utama 2026–2031

Editor: Bang Bangun Lubis

Supadmi Kohar Nahkodai MUI Sumsel, Pendidikan Umat Jadi Gerakan Utama 2026–2031

 

Erabaru.news , PALEMBANG — Estafet kepemimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Selatan memasuki babak baru. Dr. H. Supadmi Kohar, M.M., CP.Ht. dipercaya memimpin MUI Sumsel untuk periode 2026–2031 setelah berhasil meraih suara terbanyak dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI MUI Sumsel di Asrama Haji Palembang, Sabtu malam (8/8/2026).

Supadmi yang sebelumnya dipercaya sebagai Sekretaris MUI Sumsel memperoleh delapan suara dalam proses pemilihan melalui tim formatur. Sementara Dr. KH. Rasyidin Hasan meraih enam suara dan satu suara abstain.

Hasil tersebut sekaligus mengantarkan Supadmi Kohar menjadi Ketua Umum MUI Sumsel untuk lima tahun ke depan.

Namun, bagi Supadmi, kemenangan dalam Musda bukanlah kemenangan seorang figur. Amanah tersebut justru menjadi tanggung jawab bersama untuk membawa MUI Sumsel semakin dekat dengan kebutuhan umat.

“Ini kemenangan semua umat. Semoga ke depan MUI Sumsel akan lebih baik lagi. Bersama-sama dengan seluruh anggota dan umat, kita membangun masyarakat yang lebih baik, terutama dalam memperjuangkan kepentingan Islam dan meningkatkan pendidikan bagi umat,” ujar Supadmi.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat mengenai arah kepemimpinan MUI Sumsel lima tahun mendatang. Pendidikan dan kuàlitas keberagaaam umat akan menjadi salah satu agenda utama.

Supadmi melihat tantangan umat saat ini tidak semakin sederhana. Perubahan sosial, perkembangan teknologi, derasnya arus informasi dan dinamika kehidupan masyarakat membutuhkan umat yang tidak hanya kuat secara keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan luas dan kemampuan menghadapi perubahan zaman.

Karena itu, pendidikan tidak boleh berhenti pada ruang kelas maupun lembaga pendidikan formal. Pendidikan umat harus menjadi gerakan bersama yang menyentuh keluarga, generasi muda, masjid, majelis taklim, lembaga dakwah hingga lingkungan masyarakat.

Baca Juga  Kabar Gembira Ketua RT, RW, Ustaz dan Ustazah Dapat Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan

Di sinilah MUI diharapkan mengambil peran lebih besar.

Bukan hanya hadir ketika muncul persoalan keagamaan, tetapi juga mampu memberikan pencerahan, membangun karakter umat, memperkuat ukhuwah dan ikut menawarkan solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang.

Musda Berjalan Mulus

Proses pemilihan Ketua Umum MUI Sumsel berlangsung tertib dan kondusif. Setelah hasil ditetapkan, seluruh peserta menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari mekanisme organisasi.

Pimpinan MUI Pusat Prof. Dr. Anwar Iskandar turut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Musda XI MUI Sumsel. Ia mengaku lega karena proses pemilihan berlangsung baik dan lancar.

“Selamat kepada pengurus yang terpilih. Saya sangat lega karena pemilihan berlangsung dengan baik dan sangat mulus,” kata Anwar.

Pesan tersebut penting. Sebab, setelah kontestasi selesai, tidak boleh ada lagi sekat berdasarkan pilihan. Seluruh elemen MUI harus kembali berada dalam satu barisan untuk menjalankan amanah umat.

Supadmi pun tampaknya menyadari betul hal tersebut. Ia menempatkan kebersamaan sebagai modal utama dalam menjalankan kepemimpinannya.

Menurutnya, proses pemilihan hanyalah bagian dari perjalanan organisasi. Pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah Musda selesai.

Satu Bulan Susun Kepengurusan

Supadmi menjelaskan bahwa setelah kepengurusan harian terbentuk dari embrio tim formatur, dirinya bersama jajaran pengurus diberi waktu satu bulan untuk menyusun kepengurusan MUI Sumsel secara lengkap.

Susunan tersebut selanjutnya akan diusulkan kepada MUI Pusat untuk mendapatkan surat keputusan sebelum memasuki tahapan pelantikan.

Untuk jajaran pimpinan awal periode 2026–2031, Supadmi Kohar dipercaya sebagai Ketua Umum. Posisi Wakil Ketua Umum ditempati Dr. Hendra Zainuddin dari unsur NU dan Dr. Muhammad Zainuddin Nawi dari unsur Muhammadiyah.

Baca Juga  Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara, Tempuh Upaya Banding

Sementara Mahmudin, M.Si dipercaya sebagai Sekretaris dan Sukirman Hs sebagai Bendahara.

Komposisi tersebut diharapkan menjadi fondasi awal bagi terbentuknya kepengurusan yang mampu bekerja secara kolaboratif dan merepresentasikan kekuatan umat Islam di Sumatera Selatan.

Tantangan Setelah Musda

Kini perhatian umat tertuju pada langkah MUI Sumsel setelah Musda XI berakhir.

Pendidikan umat menjadi salah satu pekerjaan besar yang harus diterjemahkan dalam program konkret. MUI dituntut mampu membangun sinergi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan Islam, perguruan tinggi, pesantren, masjid serta berbagai elemen masyarakat.

Selain pendidikan, penguatan dakwah dan ukhuwah Islamiyah juga menjadi agenda penting. MUI perlu terus hadir sebagai rujukan umat sekaligus menjadi jembatan yang mampu menjaga persatuan di tengah masyarakat yang semakin kompleks.

Kepemimpinan Supadmi Kohar dengan demikian tidak hanya akan diuji oleh kemampuan menyusun kepengurusan, tetapi terutama oleh kemampuan mengubah hasil Musda menjadi kerja nyata.

Pesannya bahwa “ini kemenangan semua umat”menjadi fondasi penting.

Kini saatnya kemenangan itu dibuktikan melalui pengabdian.

MUI Sumsel tidak sekadar membutuhkan kepemimpinan baru, tetapi membutuhkan energi baru, gagasan baru dan program yang benar-benar menyentuh kehidupan umat.

Lima tahun ke depan akan menjadi periode penting untuk membuktikan apakah pendidikan umat, penguatan dakwah dan persatuan benar-benar dapat menjadi gerakan utama MUI Sumsel.

Musda telah selesai. Kontestasi telah berakhir. Kini saatnya bekerja untuk umat.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button