GAPKI Sumsel bersama Disbun Serahkan 10.000 Masker dan 20.000 Vitamin C untuk Masyarakat Terdampak Asap

PALEMBANG, ERABARU.NEWS – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sumatera Selatan bersama Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Selatan.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan untuk memperkuat pelayanan kesehatan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Selatan yang terdiri dari 10.000 pcs masker, 20.000 pcs vitamin C, 1.600 bungkus mie instan dan 2.000 cup air mineral. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi empat titik layanan gratis Pemprov Sumsel, yakni Posko Kesehatan Semabor, Posko Kesehatan Monpera, Posko Pelayanan Jakabaring dan Posko Pelayanan Kertapati.
Ketua GAPKI Cabang Sumatera Selatan Alex Sugiarto melalui Bendahara GAPKI Sumsel Ratna Dewi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kontribusi dan kepedulian dunia usaha dalam mendukung pemerintah menangani dampak karhutla, khususnya terhadap kesehatan masyarakat.
“Sebagai asosiasi pengusaha kelapa sawit di Sumsel, hari ini kami ikut berkontribusi untuk mendukung penanganan kesehatan dalam rangka adanya asap akibat karhutla,” kata Dewi, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang terdampak kabut asap, sekaligus membantu kebutuhan petugas yang berada di posko pelayanan.
“Semoga dengan bantuan ini bisa membantu warga masyarakat yang terdampak,” ujarnya.
Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari Koordinator Posko Kesehatan Monpera, Deddy. Ia mengatakan, dukungan dari GAPKI Sumsel sangat membantu operasional posko, baik untuk petugas maupun masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan kesehatan.
Posko Kesehatan Monpera yang berada di Jalan Merdeka No. 1, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil, Palembang, dalam pelaksanaannya turut didukung RS Mata Binar.
“Kami dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada GAPKI Sumsel yang telah memberikan bantuannya. Ini sangat bermanfaat, baik untuk petugas yang ada di posko maupun masyarakat yang datang untuk memeriksakan kesehatannya,” ujar Deddy.
Ia menjelaskan, Posko Kesehatan Monpera melayani masyarakat mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Selain posko tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palembang juga menyiapkan 18 titik posko pelayanan yang beroperasi selama 24 jam.
Pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak karhutla juga tersedia di sejumlah puskesmas di Kota Palembang maupun wilayah lain yang terdampak, di antaranya Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), Banyuasin dan Musi Banyuasin (Muba).
Deddy menegaskan, masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat paparan kabut asap dapat memperoleh pemeriksaan dan penanganan secara gratis sesuai Surat Edaran Gubernur Sumatera Selatan Nomor 440/6743/DISKES/2026.
“Untuk masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan akibat kabut asap, silakan datang ke posko kesehatan atau puskesmas terdekat. Pelayanannya gratis, cukup membawa KTP,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Herlan Kagami, mengatakan penanganan karhutla membutuhkan kolaborasi dan sinergi seluruh pihak agar dampaknya dapat segera ditangani.
Menurut Herlan, dukungan yang diberikan bersama GAPKI Sumsel menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, khususnya dalam membantu masyarakat yang terdampak.
“Penanggulangan bencana karhutla diperlukan kolaborasi dan sinergisitas semua pihak agar bencana karhutla dapat cepat ditanggulangi,” katanya.
Ia menambahkan, keterlibatan pelaku usaha dalam penanganan dampak karhutla merupakan bagian penting dari upaya bersama untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Hari ini Disbun Provinsi Sumsel bersama GAPKI Sumsel memberikan bantuan untuk pelayanan kesehatan masyarakat. Ini merupakan wujud kolaborasi yang baik dan bentuk kontribusi dan kepedulian pengusaha industri sawit Sumsel kepada masyarakat,” ujarnya.
Bagi GAPKI Sumsel, dukungan tersebut menjadi bagian dari kontribusi dunia usaha dalam merespons kondisi yang berdampak langsung terhadap masyarakat. Tidak hanya berfokus pada penanganan kebakaran, upaya menghadapi karhutla juga perlu diikuti perhatian terhadap kesehatan dan kebutuhan warga yang terdampak kabut asap.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat, pelayanan bagi warga terdampak diharapkan dapat terus berjalan selama kondisi karhutla dan kabut asap masih berlangsung.(Taufiq)



