NEWS

Direalisasikan Sekolah Rakyat Kapasitas  2.400 bagi Siswa tidak Mampu 

PALEMBANG – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kota Palembang segera direalisasikan. Pemerintah menargetkan sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut mampu menampung hingga 2.400 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Sebelum pembangunan fisik dimulai, proses penyerahan aset lahan dari TNI Angkatan Udara kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.

Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, Reimon Lauri, mengatakan setelah penyerahan lahan rampung, pembangunan gedung Sekolah Rakyat akan langsung dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Selatan. “Pekan depan akan dilakukan penyerahan aset lahan dari TNI AU kepada Kementerian Sosial. Setelah itu, pembangunan fisik akan segera dilaksanakan,” ujar Reimon.

Menurut dia, pengerjaan pembangunan Sekolah Rakyat Palembang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Sistem pembangunan menggunakan desain prototipe yang telah tersedia sehingga diharapkan dapat mempercepat proses pengerjaan. Dengan target tersebut, sekolah baru itu diharapkan sudah dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada tahun depan.

Baca Juga  Klaim BPJS Kesehatan Meningkat, Usul Tambahan Anggaran Rp30 Miliar dalam APBD Perubahan

Reimon menjelaskan, kapasitas Sekolah Rakyat Palembang mengalami peningkatan dari rencana awal. Jika sebelumnya hanya diproyeksikan menampung sekitar 1.000 siswa, kini daya tampungnya ditingkatkan menjadi 2.400 peserta didik.

Jumlah tersebut akan dibagi secara merata untuk tiga jenjang pendidikan. Sebanyak 800 siswa akan ditampung di tingkat SD, 800 siswa tingkat SMP, dan 800 siswa tingkat SMA. Setiap kelas nantinya direncanakan diisi sekitar 25 siswa. “Total kapasitasnya 2.400 siswa. Masing-masing jenjang SD, SMP, dan SMA sebanyak 800 siswa,” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai mempersiapkan kebutuhan tenaga pendidik. Proses perekrutan guru untuk Sekolah Rakyat disebut telah berjalan melalui Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia. Sementara untuk penerimaan peserta didik, Sekolah Rakyat akan memprioritaskan anak-anak yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi kurang mampu.

Dinas Sosial Kota Palembang akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik untuk memperoleh data calon siswa berdasarkan tingkat kesejahteraan keluarga. Prioritas utama diberikan kepada anak-anak dari keluarga kategori Desil 1. Apabila jumlah calon peserta didik dari kelompok tersebut belum memenuhi kuota, penerimaan akan diperluas ke kategori Desil 2 dan kelompok berikutnya.

Baca Juga  Antusias Warga, Rela Antre Sejak Dini Hari untuk Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Istana

Meski menggunakan basis data kesejahteraan, Dinas Sosial tetap akan melakukan verifikasi faktual dengan turun langsung ke lapangan. “Prioritas utama Desil 1. Kalau kuotanya belum terpenuhi, baru dilanjutkan ke Desil 2 dan seterusnya. Tentunya data itu juga akan kami cek langsung kondisi di lapangan,” jelas Reimon.

Selain menerima siswa baru, Sekolah Rakyat Palembang nantinya juga akan menjadi tempat belajar bagi puluhan siswa asal Palembang yang saat ini masih mengikuti program Sekolah Rakyat dengan sistem penitipan di Ogan Ilir.

Sebanyak 60 siswa tersebut direncanakan dipindahkan ke Sekolah Rakyat Palembang setelah pembangunan selesai dan sekolah mulai beroperasi. Kehadiran Sekolah Rakyat di Palembang diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan. (mnn)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button